oleh

Usai Dihukum Seumur Hidup, Kuasa Hukum dr Helmy Pikir-Pikir untuk Banding

Jakarta, TribunAsia.com – Tim Majelis Hakim putuskan atau vonis hukuman kepada terdakwa dokter Ryan Helmy alias Helmy seumur hidup. Dengan didampingi 3 orang penasehat hukum terdakwa penembak dr Letty di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Puji Harian, M.Sirad dan Gede Ariawan. Serta Penasehat Hukum yang mendampingi terdakwa antara lain M.Rifa’i, Jeku Makasaehe dan Tambuan Simbolon.

Ketika ditemui, tim Penasehat Hukum yang mendampingi terdakwa Helmy menyampaikan atas putusan yang dijatuhkan kepada kliennya disela-sela sidang terakhir oleh Majelis Hakim.

Baca Juga : Hakim Vonis Dokter Pembunuh Istrinya Seumur Hidup

Maka, pihak Penasehat Hukum terdakwa Helmy masih mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya dalam arti mengajukan banding bila itupun atas inisiatif dari kliennya.

“Seumur hidup (vonis). Masih pikir-pikir selama tujuh hari (banding).

Persidangan putusan kasus pembunuhan Dokter Letty Sultri dengan terdakwa dr. Ryan Helmi digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. (07/08/18)

Menurut, Jeku Makasaehe bilamana terdakwa Helmy menginginkan keputusan lebih baik dirinya pun bersedia mendampinginya hingga ke level lebih tinggi dalam proses hukum banding. Karena, pada hari Selasa (7/8), ini dirinya, telah menerima putusan di PN Jaktim.

“Kalau dia menginginkan keputusan yang lebih, tapi kami juga tidak terlalu gampang untuk keputusan itu . Nantinya, kalau seandainya banding kami ditakutkan tidak sesuai dengan keputusan PN Timur,” uangkap Jeku Makasaehe.

Baca Juga : Pembacaan Pledoi Terdakwa Sang Penembak dr.Letty Didampingi 2 Orang Kuasa Hukum

Saat persidangan penuntut, berjumlah 2 orang yaitu Feli Kasdi dari Kejari Jaktim dan Rianiuly Nareta dari Kejati.

Sebelumnya, terdakwa telah melakukan penembakan terhadap dr. Letty yang tidak lain adalah isteri terdakwa di Klinik Az-zahra, Cawang, Jaktim dengan dilatar belakangi oleh problem rumah tangga.

Terdakwa juga memiliki senjata api ilegal dan dipergunakan untuk menembak korban hingga tewas ditempat. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *