oleh

Saksi Ahli Dihadirkan dari BNNP Cirebon Terkait Kasus Sabu-Sabu di PN Jaktim

Jakarta, TribunAsia.com – Saksi ahli di hadirkan dari BNNP Cirebon dalam persidangan narkotika dengan jenis sabu-sabu. Pada Senin petang barang bukti milik terdakwa bernama Ilham diperkirakan kurang dari 1 gram.

Menurut penuntut umum (JPU), Nanindya, SH menyampaikan perihal barang bukti sabu-sabu yang digunakan oleh terdakwa dalam persidangan itu saksi ahli hadir di muka persidangan PN Jaktim.

banner 336x280

“Saksi ahli dari BNNP Cirebon (Jabar). Harus ada asesmen, dari awal nggak ada asesmen. Sedangkan syarat harus ada asesmen,” kata Nanin jaksa berparas cantik dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Senin (6/8/2018).

Saksi ahli yang dihadirkan ketika itu kata Nanin adalah tidak lain yaitu selaku kepala seksi rehabilitasi narkotika di BNNP Cirebon.

“Saksi ahli kasi rehabilitasi, syaratnya harus ada asesmen,” imbuh JPU kepada TribunAsia.com.

Dalam persidangan narkotika itu, Diketuai oleh Majelis Hakim yang dipimpin oleh Gede Ariawan serta Hakim anggota Hermawansyah dan Arumningsih.

Kritikan pun turut dilontarkan oleh Majelis Hakim yang dialamatkan kepada saksi ahli tentang maraknya peredaran narkotika diluar ruangan. Hakim juga mengatakan, sebagian besar proses hukum tentang narkotika ditangani oleh timnya.

“Kami pun sebagian besar kasus-kasus ini. Biasanya kasus-kasus narkotika tim-timnya ini. Mungkin pemahaman anda kurang pak, persoalan dilapangan tidak semudah diatas kertas,” ujar Gede kepada saksi ahli.

Ia menambahkan, sebelum sidang ditutup menuturkan dihadapan saksi ahli perihal pengetahuan tentang narkotika harus disampaikan kepada masyarakat luas agar mudah dipahami. Untuk itu, Majelis Hakim mengharapkan ada yang mampu menyuarakan tentang penyalah gunaan narkotika.

“Anak-anak harus diberikan pengetahuan yang simpel, sampai detik ini tidak ada yang menyuarakan seperti ini,” ujar Gede.

Selanjutnya, sidang ditunda pada hari Senin pekan depan, lalu diakhiri dengan 3 kali ketukan oleh ketua Majelis Hakim disaksikan oleh kuasa hukum terdakwa, saksi ahli dan penuntut umum.

“Silahkan penuntut umum dan penasehat hukum dilanjutkan Senin depan,” tutup Majelis Hakim. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *