oleh

Putri Elvi Sukaesih Akui Gunakan Sabu

Jakarta, TribunAsia.com – Kasus narkotika yang melibatkan putri bungsu Elvi Sukaesih bersama kekasihnya Muhammad dipertanyakan terkait penggunakan sabu-sabu di ruang sidang PN Jaktim. Dihadapan Majelis Hakim kedua orang terdakwa mulai mencicipi barang haram itu diperkirakan pada 2010-2012 lalu.

 

“Pernah nggak make sehari-hari, ada nggak efek samping. Jadi, efek sabu kecil ya,” tanya Ketua Majelis Hakim, Ainor kepada terdakwa, Selasa (7/8/2018).

“Alhamdulilah saya kontrol,” jawab terdakwa Muhammad.

 

Adapun pertanyaan dari Majelis Hakim diluar fakta persidangan antara lain kepada terdakwa ketika aktivitas kerja saat syuting menggunakan sabu-sabu.

 

“Pernah nggak saudara sebelum shooting make,” tanya hakim.

“Pernah sih kalau pas ada. Kalau saya syuting kan tanggung jawab kalau syuting sih memang capek,” jawab Dawiyah kepada majelis hakim.

“Merasa bersalah nggak,” tanya hakim kembali kepada terdakwa.

“Iya ,” respon terdakwa dengan memanggutkan kepala terdakwa.

Baca Juga : Keluarga Terdakwa Dhawiyah Jadi Saksi Fakta Mulai Awal Penangkapan Serta Barang Bukti Sabu

Selanjutnya, Majelis Hakim turut menggali informasi tentang kedekatan antara Dhawiyah dan Muhammad selaku terdakwa saat tertangkap oleh polisi tengah mengkonsumsi sabu-sabu dan menemukan barang bukti dicelana jins yang dikenakannya.

 

“Kalau Dawiyah kenal Muhammad itu sudah 1 tahun,” tanya majelis hakim lagi.

“Kalau saya kenalnya tahun 2010. Kalau baru make (konsumsi) efeknya seger. Kalau aku nggak nyetir ya,” jawab Dawiyah kepada hakim.

 

Persidangan Terdakwa Dhawiyah dan Muhammad terkait kasus kepemilikan dan penggunaan sabu di PN Jakarta Timur. (07/08/18)

Namun, Dawiyah turut menjelaskan dipersidangan tentang maksud dan tujuan mengkonsumsi narkotika dengan alasan untuk diet. Ia menambahkan, ketika menggunakan sabu-sabu dirinya tidak pernah mengendarai mobil akan tetapi ada supir yang mengendalikan mobil tersebut.

 

“Awalnya saya berhenti. Kalau ngurusin badan iya. Kalau aku nggak nyetir,” ucap Dawiyah.

 

Sementara, penuntut umum yang berjumlah 2 orang menyampaikan, pemasok sabu-sabu yang diperoleh dari salah seorang bernama Ompet kini belum tertangkap.

Baca Juga : Saksi Ahli Rekomendasikan Terdakwa Pemakai Sabu-Sabu Dhawiyah Direhabilitasi

“Waktu ditempat Ompet siapa yang make. Sekian nggak make nggak masalah ya,” tanya JPU Lenna.

“Nggak masalah nggak make,” jawab Muhammad.

Sambung JPU kembali atas pertanyaan berikut, perihal barang bukti sabu yang disita dari kedua terdakwa.

“Barang bukti yang disita dari kamu berapa,” tanya Tolhas Hutagalung dari Kejati DKI Jakarta.

“2 gram ,” jawab Dhawiyah.

“Kita nggak tau. Tahunya saja 1 gram 1 klip kita taunya itu 2 gram. Digeledah pas diatas atas Ali yang liat (surat penangkapan). Saya saat itu digeledah dia nyari-nyari sama Dhawiyah. BB yang ditahan sabu dan amplop. Kita sepakat untuk make saja,” jelas Muhammad kepada JPU. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *