oleh

SSB Diklat Paku Jaya, Wadah Pembinaan Sepak Bola Bibit Muda Tangsel

Tangsel, TribunAsia.com – Didirikan pada tahun 2002, Sekolah Sepak Bola Diklat Paku Jaya, kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan kini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat baik fisik sarana dan prasarana maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Dari pantauan langsung reporter TribunAsia.com pada Minggu (05/08/2018) siang, kondisi lapangan dan stadion mini Sepak bola Paku Jaya memang terlihat masih cukup terjaga kualitas rumputnya walaupun saat ini sedang musim kemarau.

Ditemui dilokasi lapangan SSB Diklat Sepak bola Paku Jaya, Agus Junaedi pengurus SSB Diklat Paku Jaya mengatakan bahwa, SSB Diklat Sepak bola Paku Jaya dapat terbentuk melalui proses yang cukup panjang selama Puluhan tahun hingga saat ini, merupakan hasil kerja keras yang dilakukan oleh para tokoh veteran dan tokoh-tokoh penggila Sepak bola di wikayah Paku Jaya, seperti Dahlan Lurah Paku Jaya, M. Toha pengusaha pertamanan yang juga politisi partai serta dirinya sendiri (Agus Junaeni-red).

banner 336x280

“Alhamdulillah SSB Diklat Sepak bola Paku Jaya saat ini sudah berusia 16 tahun, semua pengelolaan lapangan terutama rumputnya kami lakukan pemeliharaannya secara bersama-sama dengan para tokoh dan veteran Sepak bola di kelurahan Paku Jaya. Dan SSB Diklat Paku Jaya ini telah banyak menelurkan bibit-bibit muda berbakat dan potensial di Tangerang raya dan bergabung di klub Persita Tangerang dan juga Persistangsel. Dan saat ini SSB Diklat Paku Jaya memiliki kurang lebih 150 anak didik binaan Sepak bola dari berbagai kelas sesuai umur, mulai dari 8 hingga 15 tahun,” terangnya.

Sementara itu, M.Toha ketua pembina SSB Diklat Sepak bola Paku Jaya, saat dikonfirmasi dilokasi yang sama menyampaikan bahwa, para tokoh dan penggagas SSB Diklat Sepak bola Paku Jaya mendirikan sekolah Sepak bola tersebut guna memfasilitasi dan memberikan wadah yang positif kepada para anak-anak muda usia belia dan remaja agar tidak terjerumus kedalam penyalahgunaan obat-obatan dan zat-zat berbahaya seperti narkoba serta sejenisnya. Dan hingga saat ini para pengurus SSB Diklat Paku Jaya tiap tahun rutin menggelar tournamen Sepak bola dalam rangka peringatan hari Kemerdekaan Indonesia maupun tournamen-tournamen event lainya.

“Dalam kesempatan yang baik ini saya juga ingin menyampaikan kritik atas kurangnya kepedulian pemerintah kota Tangerang Selatan, dalam hal ini kepada Dispora Tangsel dalam memberikan suport dan pembinaan kepada wadah SSB Diklat Sepak bola Paku Jaya. Padahal SSB ini adalah bagian dari upaya membangun generasi muda Tangsel yang sehat dan cerdas melalui olah raga, sesuai dengan Impres No. 1/2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” pungkas M.Toha. (BTL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *