oleh

Pilih Perjuangkan Islam Melalui Politik, Abdul Haris Azis Maju Caleg

Makassar, TribunAsia.com – Ada beragam alasan bagi setiap orang yang memutuskan maju sebagai calon legislatif dalam Pemilu yang akan digelar pada tahun 2019, salah satunya adalah alasan agama, seperti yang terjadi pada diri seorang Abdul Haris Azis, Wakil Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Makassar. Dalam wawancaranya bersama TribunAsia.com dirinya secara tegas menyebut bahwa menguatnya gerakan anti Islam adalah alasan utamanya berlaga di Pileg 2019.

“Sekarang ini ada indikasi kuat gerakan anti Islam menguat, umat Islam dicurigai dan dituduh dengan berbagai isu yang tidak benar, gerakan ini harus diredam, politik adalah salah satu sarana efektif untuk meredamnya” ungkapnya, Minggu (5/8).

Pria ini bahkan sudah melakukan langkah serius untuk memastikan kemenangannya kelak.

“Sekarang kan belum masuk tahapan kampanye jadi kita juga harus ikut aturan, namun bukan berarti tidak melakukan apapun, untuk saya sendiri komunitas pemulung sudah lama saya rangkul, bukan hanya menjelang momen pencalonan, mereka selalu mendukung langkah politik saya, dukungan dari teman-teman yang lain juga sangat kuat, semua itu semakin memotivasi saya untuk berjuang di Pileg” sambungnya.

Ditanya terkait kinerja DPRD Kota Makassar selama ini, pihaknya menilai legislatif Makassar masih lebih banyak berkutat pada fungsi budgeting, sedangkan fungsi pengawasan berjalan lemah.

“Mereka (DPRD Kota Makassar) masih lemah pada fungsi pengawasan, padahal ini adalah peran yang sangat penting dijalankan, selain itu mereka juga tidak sepenuhnya memahami persoalan di masyarakat, ini terjadi karena mereka jarang turun langsung ke tengah rakyat, paling tidak di Dapil mereka masing-masing” kritiknya.

Pihaknya juga berharap hubungan antara legislatif dan eksekutif di Kota Makassar kedepannya lebih berjalan baik, tidak terjebak pada konflik yang tidak perlu sebagaimana selama ini terkadang terjadi, eksekutif diharapkan tidak berlaku curiga kepada legislatif karena salah satu tugas legislatif adalah mengawasi kinerja eksekutif.

Dirinya juga menyampaikan bahwa proses kampanye kelak akan dijalaninya dengan tidak banyak menebar janji kepada masyarakat, akan tetapi lebih banyak melakukan aksi nyata, baginya kampanye harus berfungsi sebagai sarana pendidikan politik kepada masyarakat.

“Saya tidak akan banyak menebar janji, tapi akan turun langsung ke tengah masyarakat menyerap aspirasi dan kemauan mereka secara langsung, kampanye harus dijadikan pendidikan politik kepada masyarakat” tutupnya. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *