oleh

Maklumat Manifesto Ulama dan Umat

Tasikmalaya, TribunAsia.com – Berikut adalah Maklumat (Manifesto Ulama dan Umat) dalam acara Majelis Mudzakarah 1000 Ulama di Tasikmalaya, Jawa Barat hari ini (05/08/18).

 

MAKLUMAT

(MANIFESTO ULAMA DAN UMAT)

 

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Dengan senantiasa mengharap barakah dan ridho Allah SWT “Majelis Mudzakarah 1000 Ulama” yang dilaksanakan di Tasikmalaya, 5 Agustus 2018 bersepakat menyatakan “Maklumat: Manifesto  Ulama dan Umat“, sebagai berikut:

  1. Sejak era perjuangan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ulama dan umat Islam selalu menjadi pelopor dan penyelamat bangsa dan negara Republik Indonesia. Gema “takbir” ‘Allahu Akbar’ dalam setiap medan pertempuran senjata, bukan hanya sebagai “kata penyemangat” tetapi juga menjadi “bukti nyata” kehadiran dan peran ulama dan umat Islam mengusir penjajah dari bumi Nusantara. Ketika kemerdekaan sudah diraih tapi pertempuran abadi di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan masih perlu terus dijalankan dalam rangka menegakkan kebenaran dan memberangus kesalahan dan kebatilan demi cita-cita kemerdekaan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang dibelokkan oleh pemimpin negara yang tidak amanah.  Peran pemimpin pemerintahan baik Bupati/Walikota/Gubernur bahkan Presiden menghendaki adanya peran serta ulama dan umat Islam untuk terlibat secara langsung maupun tidak langsung.
  2. Agenda 5 tahunan Pemilihan Presiden dan Anggota Legislatif kembali akan terjadi lagi pada tahun 2019. Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden mengerucut pada 2 (dua) kubu yaitu: (1) Kubu yang ingin mempertahankan petahana (incumbent)  dan (2) Kubu yang ingin mengganti Presiden dengan yang baru (#2019Ganti  Kubu petahana sudah jelas arahnya, sementara dari kubu #2019 Ganti Presiden masih belum jelas. Suasana kebatinan menangkap bahwa sebagian besar umat dan ulama khususnya setuju dengan kubu #2019Ganti Presiden. Upaya ini digalang melalui berbagai forum dan pertemuan. Forum yang paling menyita berbagai pihak adalah hasil Ijtima Ulama yang mengusulkan dua pasangan nama  Capres-Cawapres yaitu: (1)  Prabowo Subiyanto dan Habib Salim Segaf al Jufri dan (2)  Prabowo Subiyanto dan Ustazd Abdul Somad. Namun demikian hingga saat ini, hasil Ijtima Ulama  masih belum mendapat respon positif dari Partai-partai koalisi #2019Ganti Presiden bahkan nyaris terhenti (deadlock). Untuk itu, perlu upaya yang cerdas untuk mengurai kebuntuan hasil Ijtima Ulama dan realisasinya.
  3. Melalui pertemuan dan muzakarah 1000 ulama bersamaan dengan Kongres Mujahidin ke V pada Ahad, 5  Agustus 2018 menetapkan dan merekomendasikan hal-hal sebagai berikut:
  4. Menyikapi tidak/belum adanya respon positif hasil Ijtima Ulama tentang kriteria dan usulan pencalonan Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019.
  5. Mengingat waktu pendaftaran Capres dan Cawapres 2019 hanya tinggal hitungan hari maka perlu dimunculkan penambahan pilihan Capres-Cawapres yang memenuhi kriteria antara lain: memiliki sifat-sifat kenabian dan kerasulan Muhammad SAW (siddiq, tabligh, amanah, fathonah) yang pro terhadap umat, memiliki integritas, kapasitas dan pengalaman profesional dalam mengelola umat dan pemerintahan.
  6. Untuk itu, diusulkan nama tambahan pilihan Capres-Cawapres sebagai berikut: (i) Calon Presiden diusulkan 3 nama yaitu: Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Gatot Nurmantyo; (ii) Calon Wakil Presiden yaitu: Habib Salim Segaf al Jufri, Ustazd Abdul Somad, Ustazd Bahtiar Natsir.

 

Deemikian keputusan dan rekomendasi Muzdakarah 1000 Ulama ditetapkan, semoga Allah SWT meridhoi segala ikhtiar kita semua untuk menjemput takdir-Nya memenangkan umat Islam Indonesia atas tanah air yang telah diperjuangkan para leluhur dan para ulama pada masa kemerdekaan. Allahu Akbar.

 

Tasikmalaya, 5 Agustus 2018

Pimpinan Muzdakarah 1000 Ulama

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *