oleh

Gerakan Sadar Politik dan Ekonomi

TribunAsia.com

Oleh : Amir Kumadin

 

Saya punya gagasan : GERAKAN SADAR POLITIK DAN SADAR EKONOMI…!!!

Inti dari gerakan ini adalah membawa agama dalam segala dimensi kehidupan. Terutama untuk saat ini dalam bidang politik dan ekonomi.

Kita harus sadar dan ngerti, bahwa memisahkan agama dengan dunia, terutama politik dan ekonomi itu,  merupakan sumber malapetaka.

Sudah saatnya umat Islam jangan mau dininabobokan oleh ide dan konsep orientalis penjahat dan penjahah berjubah ulama, Snouck Hurgronje.

Yaitu, memisahkan agama dengan politik, memisahkan agama dengan ekinomi, atau jauh lebih luas lagi, memisahkan agama, Islam, dengan dunia.

Dimana dengan ide dan konsep itu,  telah melahirkan manusia sekuler, materialis, dualis, oportunis, pecundang,  berkepribadian ganda alias hypocrit alias munafik.

Dimana dengan ide dan konsep itu, telah  mengakibatkan mindset, pikiran, dan tindakan kita dan generasi muda kita, umat Islam, porak poranda dan hancur mina. Sebuah tragedi akbar yang tidak boleh terulang kembali, sebuah tragedi fatal yang harus segera kita selamatkan…!!!

Ide dan konsep orientalis ini ternyata terus berlanjut dan merupakan kartu rahasia, senjata  pamungkas, bagi kaum sekuler, kapitalis, dan aseng, untuk menenggelamkan, menghancurkan, dan menjajah umat Islam, khusus dalam bidang politik dan ekonomi.

Kita harus punya senjata yang lebih ampuh dan cabggih lagi untuk menaklukkan mereka. Tanpa senjata yang lebih pamungkas lagi, kita bakal bertekuk lutut di bawah telapak kaki mereka, jadi begundal mereka.

Senjata pamungkas tersebut tak lain daripada, mindset bahwa politik dan ekonomi itu bagian dari Islam, sama pentingnya  saperti ibadah ritual.

Kok bisa…?!!! Contoh, shalat kita atau ibadah ritual kita bisa jadi sia-sia dan bahkan merupakan bentuk dosa besar di hadapan-Nya, jika kita masih berkoeksistensi, mempraktikkan riba, salah satunya dengan beli-beli dan bayar-bayar dengan sistem kredit konvensional.

Tahukah Anda bahwa sistem riba di atas adalah merupakan bagian dari sistem kapitalisme, yang mereka bikin untuk menggiring kita masuk perangkapnya.

Hal ini bukan tanpa dasar,  karena mengamalkan dimensi eksoteris  (ibadah ritual) dari Islam hanya akan menjadi bencana, jika mengabaikan amalan dimensi esoteris (ibadah batin untuk menegakkan nilai-nilai universal agama, termasuk dalam kesalehan sosial, politik dan ekonomi).

Dituturkan dalam sebuah hadits yang esensinya, bahwa sebagian sahabat melapor kepada Nabi saw. Ada saudara kita tiap hari shalat malam dan menjalankan puasa-puasa sunah, tapi dia menyakiti tetangganya. Rasulullah saw bersabda, “Huwa finnaar (Dia ada di neraka)”.

Artinya, kekuasaan politik dan ekonomi, misalnya untuk menghapus sistem ribawi, dan praktik-praktik kapitalis lainnya itu, sangat menentukan nasib kita di dunia dan di akhirat kelak.

Karenanya, kita sudah saatnya menguasai dunia politik dan ekonomi di negerinya sendiri.

Yuk kita lanjut…!!! Kita harus membawa ruh, jiwa, nilai agama dalam segala dimensi kehidupan, terutama dalam bidang politik dan ekonomi kita yang kini sedang sangat terpuruk.

Kita jangan mau lagi dikibulin dan dibodohi oleh Snouck Hurgronje-Snouck Hurgronje dalam seribu wajah dan manifestasinya…!!!

Kita jangan lagi sudah merasa puas dan merasa selamat dari banyak amanah dan tanggung jawab yang dibebankan kepada kita, hanya karena sudah memenuhi kewajiban ritual an sich…!!!

Kita jangan mau lagi, disuruh dan dipaksa hanya beragama di masjid doang, dan pada saat yang sama, agamanya ditinggal di masjid saat kita beraktivitas dalam kehidupan politik dan ekonomi…!!!

Kita jangan mau lagi dibolotin untuk menyempurnakan dan memenuhi dunia spiritual an sich, dan pada saat yang sama, agar meninggalkan kehidupan dunia ini, terutama dunia politik dan ekonomi bisnis…!!!

Ruh, jiwa dan nilai-nilai agama itu sudah begitu kita kenal, tapi kita sering mengabaikannya.

Ruh, jiwa, dan nilai-nilai agama kita, Islam, itu ya cinta, berpikir integral dan komprehensif bukan parsial seperti yang diingini oleh Snouck Hurgronje-Snouck Hurgronje jaman now, sungguh-sungguh, prifesional,  integritas, loyal, komitmen, konsisten, empati (tepa selira), peka, ghirah, peduli, solider, menolong, menopang, mendukung, berkontribusi, berjamaah, bersatu (ukhuwah), dst kepada sesama muslim dalam segala dimensi kehidupan, terutama yang sedang kita perjuangkan saat ini, dimensi politik dan ekonomi.

 

Mulai saat ini juga, kita sudah harus sadar politik dan ekonomi.

Kita sudah harus menjadi pelaku politik dan kebijakan publik.

Kita harus menjadi pelaku ekonomi, industri, dan bisnis dalam segala bentuknya.

Kita sudah harus bela dan beli produk karya anak bangsa, produk Indonesia, karya pribumi, milik muslim, selagi kita sudah mampu menciptakannya!

Kita sudah harus belanja kebutuhan sehari-hari, di 212 MART, Sodaqo, Pojok Halal, Halal Mart, SB Mart, Idolamart, Tip Top, Trans Mart (Carrefour), atau di warung, toko, mini/super market, termasuk marketplace, milik muslim lainnya!

 

Dengan senjata pamungkas, ‘jimat kalimasada’ tersebut, Yakni, ruh, jiwa, dan nilai-nilai Islam yang kita bawa, kita terapkan, kita amalkan dalam segala dimensi kehidupan, dalam kehidupan sehari-hari, maka atas kuasa-Nya, kita umat Islam dengan sekelebat akan bangkit dan menguasai segala bidang kehidupan (menjadi umat yang terbaik, yang mengeluarkan manusia dari kegelapan dan kezhaliman, yang memerintahkan berbuat yang ma’ruf dan mencegah yang merusak dan munkar).

Ini adalah titik awal, titik fundamental, titik strategis, dari perjuangan dan jihad kita sekarang ini.

Untuk selanjutnya, kita isi, kita terus berjuang, untuk menegakkan ruh, jiwa, dan nilai-nilai agama tersebut dalam segala bidang kehidupan, hingga tanpa batas waktu alias hingga kiamat tiba.

 

Wassalaam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *