oleh

Menanti Selama 16 Tahun, Kini Rumah Warisan Terbayarkan oleh Proyek DDT Stasiun Buaran

Jakarta, TribunAsia.com – Penantian panjang selama 16 tahun lebih, kini pada hari Sabtu tanggal 4 Desember 2018 ahli waris yang menempati rumah tinggal ditepi jalur perlintasan kereta api dapat bernapas lega dengan terpenuhinya administrasi pembayaran oleh PT KAI.

Ketika ditemui, salah seorang ahli waris menyampaikan, ihwal pembayaran yang dinantikan selama puluhan tahun saat ini dipergunakan untuk kepentingan jalur perlintasan ganda atau double-double track (DDT) di RT 07/08 Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur.

Baca Juga : Pembebasan Jalur KA Proyek DDT Terganjal Rumah Warisan

Rony memaparkan, saat menyaksikan langsung rumah peninggalan milik Almarhum kedua orang tuanya diratakan dengan alat berat oleh tim pelaksana proyek. Diketahui, bahwa terkait pembayaran yang diterimanya itu untuk pembebasan lahan rumah milik keluarga besarnya dengan didampingi kuasa hukum.

“Sudah dibayar kita kemarin sama kuasa hukum. Ini penantian cukup panjang sampai 16 tahun lebih,” kata Rony kepada TribunAsia.com, Sabtu (4/8) dilokasi perlintasan proyek DDT.

Dalam kesempatan itu, perwakilan ahli waris mengatakan selama puluhan tahun belum terbebaskan diharapkan tidak ada yang dirugikan. Akan tetapi, ahli waris tertua dari keluarga besar tersebut tidak merinci dengan jelas apa yang dimaksud dengan kerugian dari kedua belah pihak.

“Kita tidak merugikan pihak sana atau pihak sini,” singkat Rony.

Lebih lanjut, kata Rony, lahan dan bangunan lebih yang tidak dipergunakan oleh proyek DDT akan diberikan kepada adik bungsunya untuk ditinggali sementara hal tersebut adalah bagian dari amanah Almarhum orang tuanya.

“Ini salah satunya amanah orang tua. Mungkin sisa dari rumah itu buat Si Bontot,” imbuh ahli waris.

Baca Juga : Warga Komplain Proyek Stasiun Buaran 16 Tahun Rumah Miliknya Belum Dibayar PT.KAI

Selain itu, proses pengerjaan proyek dan pembebasan rumah warga setempat disaksikan langsung oleh Tim pelaksana proyek dari dibawah naungan PT Catur Mina dan hanya mengerjakan disekitar perlintasan jalur stasiun Buaran.

“Saya hanya Buaran saja,” singkat Endang yang tengah menyaksikan proyek berlangsung. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *