oleh

Sikap Hidup Islami

TribunAsia.com

1. Jika kita memelihara ‘Kebencian & Dendam’, maka seluruh ‘Waktu & Pikiran’ yg kita miliki akan Habis begitu saja & Kita tidak akan pernah menjadi ‘Pribadi yang Produktif’ ( Q.S. 23 : 1 SD 11 ).

 

2. Kekurangan orang lain adalah ‘Ladang Pahala’ bagi kita untuk :

» Memaafkannya,

» Mendoakannya,

» Memperbaikinya, dan

» Menjaga Aib-nya ( Q.S. 3 : 147 DAN 148 ) .

 

3. Bukan ‘Gelar & Jabatan’ yg menjadikan ‘Orang Menjadi Mulia’,

jika Kualitas Pribadi kita Buruk,

Semua itu hanyalah ‘Topeng Tanpa Wajah’ ( Q.S. 2 : 177 ) .

 

4. Ciri Seorang ‘Pemimpin yg Baik’ akan tampak dari :

» Kematangan Pribadi,

» Karya, serta

» Keselarasan antara ‘Kata & Perbuatan’-nya , TIDAK MUNAFIK  ( Q.S. 5 : 51 SD 54  ).

 

5. Jika kita belum bisa ‘Membagikan Harta’ atau Membagikan Kekayaan, maka

bagikanlah ‘Contoh Kebaikan’ karena hal itu akan ‘Menjadi Tauladan’ (Q.S. 33 : 21 ).

 

6. Jangan pernah menyuruh orang lain utk Berbuat baik,

‘Sebelum menyuruh diri sendiri’,

awali segala kebaikan dari ‘Diri Kita Sendiri’ ( Q.S. 61 : 2 dan 3 ).

 

7. Pastikan Kita sudah ‘Beramal’ hari ini, baik dengan :

» Materi,

» Ilmu,

» Tenaga, atau dengan

» ‘Senyuman yg Tulus’…( Q.S. 17 : 36 ) .

 

8. Para Pembohong akan

‘Dipenjara oleh Kebohongannya’ sendiri.

Orang yg Jujur akan ‘Menikmati Kemerdekaan’ dalam Hidupnya ( Q.S. 16 sd 19 ) .

 

9. Bila memiliki ‘Banyak Harta’, maka kita lah yg akan ‘Menjaga Harta’.

Namun jika memiliki ‘Banyak Ilmu’, maka Ilmu lah yg akan ‘Menjaga Kita’ ( Q.S. 47 : 7 ).

 

10. Bila ‘Hati Kita Bersih’, Tak ada

Waktu untuk :

» Berpikir kotor, berprasangka buruk,

» Curang,

» Iri atau Dengki,

terhadap orang lain ( Q.S. 49 : 11 dan 12 ) .

 

11. Bekerja Keras adalah ‘aktivitas Fisik’, Bekerja Cerdas adalah ‘aktivitas Akal’, sedang Bekerja Ikhlas adalah ‘aktivitas Hati’ ( Q.S. 61 : 4 ) .

 

12. Jadikanlah setiap ‘Kritik’ bahkan ‘Penghinaan’ yg kita terima sebagai ‘Jalan untuk Memperbaiki Diri’ ( Q.S. 22 : 8 SD 15 ).

 

13. Kita tdk pernah tahu kapan

‘Kematian’ akan ‘Menjemput Kita’, ( Q.S. 23 : 14 dan 15 ).

tapi yg Kita tahu persis adalah ‘Seberapa Banyak Bekal yg Kita Miliki untuk ‘Menghadapinya’… Oleh karena itu , SUDIKIRANYA KITA AMALKAN DOA YANG ALLAH SUBHANNA WA TA ALLA AJARKAN DALAM SURAT AL- KAHF AYAT 10

 

اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْـكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَاۤ  اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَـنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

iz awal-fityatu ilal-kahfi fa qooluu robbanaaa aatinaa mil ladungka rohmataw wa hayyi` lanaa min amrinaa rosyadaa

“(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, Ya Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (QS. Al-Kahf 18: Ayat 10) .

 

 

Salam Ta’ziem, Eggi Sudjana, Presiden FILANTROPI  INDONESIA.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *