oleh

Pembebasan Jalur KA Proyek DDT Terganjal Rumah Warisan

Jakarta, TribunAsia.com – Pemilik rumah yang belum dibebaskan dari pembayaran proyek perhubungan untuk dijadikan jalur perlintasan ganda kereta api atau double-double track (DDT), di Jalan Buaran, Jakarta Timur. Diketahui, rumah yang berdiri ditepi jalur kereta api itu adalah milik keluarga besar yang kini telah diwariskan oleh anak-anaknya.

Dari keterangan yang diperoleh dilokasi proyek pembangunan Stasiun Buaran, saat ini rumah yang belum terbebaskan tersebut dihuni oleh 3 kepala keluarga ahli waris. Masing-masing dari mereka, bahkan rela menghisap udara penuh debu ditepi perlintasan kereta api karena tidak ada pilihan selain menanti pembayaran yang tak kunjung tiba.

Salah seorang kepala keluarga yang belum menerima pembebasan lahan mengatakan, bahwa dirinya memiliki surat yang bersumber dari orang tuanya dan saat ini bangunan rumah yang ditempati dihuni tak lain adalah keluarganya sendiri.

“3 kepala keluarga (KK) tinggal disini. Kita punya surat-surat dari orang tua ini warisan tinggal pembayaran,” kata Muhayan saat berbincang-bincang dengan TribunAsia.com.

Tidak luput, dia pun menyampaikan perihal kepemilikan surat-surat tanah yang berdasarkan ahli waris telah diketahui oleh pejabat wilayah pemerintah mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan hingga Walikota Jakarta Timur.

“Sudah berapa kali ganti lurah, sudah beberapa kali ke walikota. Tinggal pembayaran saja berbagai alasan. Kita bukan penghalang kita punya hak ,” ujar pemilik rumah.

Saat ini, dalam beberapa bulan terakhir sebuah bangunan rumah makan yang tak jauh dari lokasi jalur perlintasan ganda telah terbebaskan dan kini telah diratakan oleh alat berat yang mana akan dipasang rel kereta api bila bangunan lain terlunaskan.

Terkait masalah yang dihadapi berlarut-larut, dia yang merupakan bagian dari ahli waris keluarga telah menyerahkan kepada kuasa hukum untuk ditindak lanjuti hingga selesai proses pembayaran.

“Saya serahkan melalui kuasa hukum saya. Ini debunya kedalam rumah,” imbuhnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *