oleh

Merusak Lingkungan, Warga Palasari, Cipanas Minta PT.MTP Hentikan Galian Pasir

Cianjur, TribunAsia.com – Proyek galian pasir ilegal di Kampung Tegalega RT.02/09, Desa Palasari, Kecamatan Cipanas kian merajalela. Padahal, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur sudah dua kali melayangkan surat teguran kepada Bos PT.Marina Trans Pasifik selaku pihak pengelola untuk segera menghentikan semua aktivitas penambangan pasir dilokasi tersebut, lantaran belum mengantongi izin dari Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Penggiat Lngkungan Hidup Cianjur, Edi Mulyadi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bersikap tegas menindak pengusaha hitam yang mengangap enteng surat teguran tersebut.

banner 336x280

 

‪”Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cianjur sudah jelas mengeluarkan surat perintah penghentian kegiatan berdasarkan hasil berita acara penyelidikan. Kenapa pihak PT.MTP masih melanjutkan kegiatan,” kata  Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Tegalega-Palasari (FMPLH T-P), Edi Mulyadi kepada TribunAsia.com, Selasa (24/7/18).

‪Para aktivis dan penggiat lingkungan hidup Cianjur merasa heran, sikap Pemerintah Kabupaten Cianjur yang tidak tegas terhadap aturannya sendiri.

Edi menceritakan, sejarah penggalian pasir di Tegallega RT.02/RW09 Desa Palasari, mulai dari tahun 2011. CV Ubersam. Waktu itu sudah ada putusan dari Pengadilan Negeri  Cianjur dan Pengadilan Tinggi Bandung.

“Pengadilan  Tinggi Bandung memvonis CV Ubersam terbukti sah meyakinkan bersalah. Kemuadian CV   Ubersam kasasi di  MA hingga sekarang belum ada putusan. Saat ini  yang lagi berjalan  dari bulan pebuari 2017 PT.Marina Tran Pasifik. Mengapa ini masih berjalan, “Apakah ini ada kongkalikong dengan antara Pemkab dengan  PT MTP,” tanya Edi Mulyadi

‪”Membiarkan pengusaha hitam melancarkan bisnis mereka, yang notabene bisnis itu merugikan masyarakat setempat lantaran  rusaknya ekosistem lingkungan,” kata Edi Mulyadi.

Edi menambahkan,  surat aduan sudah kami layangkan ke Bupati termasuk kepada Satuan Polisi Pamong Praja Praja (Satpol PP) Cianjur terkait persoalan itu. Namun faktanya belum adanya tindakan nyata sama sekali,” keluhnya.

Yang mengejutkan, dua puluh orang pengarap warga setempat masuk penjara selama dua bulan di Lapas Cianjur. Pasal 51 tahun 1960. Edi berharap ada jalan keluar sebab telah berkirim surat ke berbagai pihak termasuk presiden.

“Termasuk saya kena tahanan dua bulan. Alhamdulillah sekarang saya sudah keluar,” Pungkas Edi Mulyadi.  (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *