oleh

Mahasiswa dan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Membara

Jakarta, TribunAsia.com – Momentum Idul Fitri yang sejatinya mengembalikan dan menjernihkan fikiran hati dan perbuatan, justru di coreng kembali dengan kebijakan birokrat kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang cenderung hanya menguntungkan pihak kampus, dan lagi-lagi kebijakan yang dikeluarkan hanya sepihak tanpa menimbang Iatar belakang mahasiswa yang terdampak.

Tidak berpihaknya pihak kampus kepada mahasiswa (anak bangsa dan masa depan bangsa) kembali terlihat dengan kebijakan uang tes kesehatan untuk mahasiswa baru UIN jakarta dengan tarif Rp. 120.000 per mahasiswa sangatlah menyalahi aturan, mengingat kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah menerapkan Uang Kuliah Tunggal (UKT), yang seharusnya tidak diperbolehkan memungut biaya apapun selain (JKT).

Merujuk pada Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 211 Tahun 2018 tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) point keenam yang melarang pungutan biaya apapun selain UKT. Pemungutan biaya cek kesehatan baru terjadi di tahun ini dan manuai banyak kebingungan dl kalangan mahasiswa yang peduli akan kampusnya dan manuai banyak kontroversi serta kecaman.

Tidak berpihaknya pihak kampus kepada pendidikan dan mahasiswa kembali terlihat dan kebijakan instan dengan manambah Golongan dalam UKT menjadi 7 golongan tanpa memperbaiki sistem yang digunakan dalam pelaksanaanya dan tanpa memperhatikan kondisi ekonomi calon mahasiswa, mengakibatkan adanya mahasiswa yang tidak dapat melanjutkan perkuliahan.

Demo mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Disampiping itu kenaikan nominal UKT dan pendapatan kampus tidak dibarengi dengan sarana prasarana beserta fasilitas kampus dan anggaran kemahasiswaan yang memadai guna menunjang kreatifitas mahasiswa.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka Keluarga Besar Mahasiswa UIN Syarif Hldayatullah Jakarta, melakukan aksi unjuk rasa pendahuluan pada hari Senin (16/07/2018) siang, dan akan disusul oleh aksi unjuk rasa besar-besaran pada Selasa (17/07/2018) menuntut kepada Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A selaku Rektor UIN Jakarta untuk :

1. Menuntut Pihak Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mencabut kembali kebijakan terkait uang Cek Kesehatan; (Mahasiswa Tolak Uang Cek Kesehatan),

2. Menuntut Pihak Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk memfasilitasi kembali pengecekan kesehatan untuk mahasiswa baru UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2018,

3. Menuntut Pihak kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk memperbaiki sistem penggolongan dan penerapan UKT, beserta ketentuan lainnya :

a. Menuntut pihak kampus untuk menyiapkan mekanisme penurunan golongan UKT terkhusus bagi mahasiswa yang sangat bermasalah dalam hal ekonomi.

b. Menuntut pihak kampus untuk objektif dalam proses banding dan verifikasi UKT yang diterapkan oleh pihak kampus dianggap tidak pro-mahasiswa dan cacat. Sehingga ini mengakibatkan penetapan UKT dari beberapa calon mahasiswa baru dan tidak tepat sasaran.

c. Menuntut pihak kampus untuk memperpanjang waktu daftar ulang UKT mahasiswa baru dan lama

d. Menuntut pihak kampus untuk memperoleh mahasiswa mencicil bayaran UKT per semesternya.

4. Menurut pihak kampus untuk secepatnya mengoptimalisasikan sarana dan prasarana perkuliahan maupun kegiatan kemahasiswaan. Karena jika melihat kondisi sekarang ini, sarana dan prasarana belum bisa menunjang perkuliahan maupun kegiatan kemahasiswaan. Mengingat, cita-cita yang diinginkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ialah menjadi World Classical University.

5. Menuntut Pihak Kampus Melibatkan secara Aktif Mahasiswa dalam Pemutusan suatu kebijakan.

 

Aksi yang dilakukan sebagai bentuk konsistensi Keluarga Mahasiswa UIN Jakarta untuk menjadi mitra kritis universitas sekaligus Poros Tengah yang menyambung lidah mahasiswa dan memberitakan kebenaran tentang ekspektasi kebijakan dengan kenyataan di lapangan.

Dan aksi unjuk rasa lanjutan besar-besaran tersebut, akan terus dilakukan hingga pihak Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memenuhi berbagai tuntutan Keluarga Besar mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Demikian rilis yang dikirimkan kepada reporter TribunAsia.com pada Senin 16 Juli 2018 petang, oleh Keluarga Besar mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang disampaikan oleh Rizky selaku juru bicara dan korlap aksi. (BTL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *