oleh

Sultan Ratu Bagus H.Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja : Kesultanan Banten Masih Berdaulat

Jakarta, TribunAsia.com – (Sultan Syarief Muhammad Ash-Shafiuddin) Kesultanan Banten bukan dihapuskan pada tahun 1808 tapi masih berdaulat hingga tahun 1813 dan baru dipecahkan menjadi 3 bagian pada tahun 1816 menjadi setingkat kabupaten yaitu Banten Hulu, Banten Hilir, dan Anyer.

Istana Benteng Surosowan mmng sudah hancur pada tahun 1808 pada masa kekuasaan Sultan Aliyuddin II, tapi jiwa ruh pewaris kesultanan masih ada sebagai penerus tahta yaitu Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin yang dinobatkan dan berkuasa pd th 1809-1813.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Sultan Shafiuddin ketika dinobatkan usianya msih muda yaitu 9 tahun. Maka untuk menjalankan roda pemerintahan, dibantu oleh Sang Ibundanya yang bernama Ratu Asyiah/Aisyah.

Mengingat Kesultanan Banten masih berdaulat saat itu dan sebagai existensi kedaulatannya maka mutlak dibangunlah sebuah Keraton baru menggantikan Istana Surosowan yang sudah hancur.

Istana Keraton baru tersebut diberi nama Keraton/Istana Ke-Ibuan karena yang ikut membantu jalan-nya roda pemerintahan adalah Ratu Asyiah/Aisyah Sang Ibunda dari Sultan Shafiuddin. Istana Ke-Ibuan tadi dikenal dengan sebutan Istana/Keraton Kaibon.

Ketika Kesultanan Banten dipecah menjadi 3 bagian pada tahun 1816, maka Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin yang tadinya sebagai Sultan Berdaulat Penuh berubah status menjadi Sultan Bupati Banten Hilir yang berkedudukan di Serang (bekas gedung Kodim yang sekarang jadi gedung Ramayana).

Sedangkan untuk Banten Hulu yang berkedudukan di Pandeglang maka belanda mengangkat paman Iparnya Sultan Shafiuddin yang bernama Jojo Miharjo yang berasal dari rembang yang telah menikah dengan Ratu Arsyiah (adiknya Ratu Asyiah) dan diberi gelar Sultan Bupati Rafiuddin.

 

Kesimpulan :

Kesultanan Banten Berdaulat masih eksis pada tahun 1809-1813 di zamannya Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin.

Jika banyak orang bnten yang mengatakan bahwa Kesultanan Banten sudah dihapuskan belanda. Seharusnya berpiki, punya hak apa Belanda menghapuskan sebuah kesultanan nusantara apalagi kesultanan banten ?

Jadi tidak ada pihak manapun yang pnya hak untuk menghapuskan Kesultanan, tidak ada pihak manapun yang bisa menghapuskan sebuah kesultanan kecuali pewaris ahli waris nya yang merupakan keturunan garis lurus.

Gegabah sekali bila ada yang mengatakan bahwa Kesultanan Banten sudah dihapus Belanda pada tahun 1808.

Sementara Istana Kaibon adalah sebagai Bukti Sejarah Authentic yang menggambarkan bahwa Kesultanan Banten masih berdaulat pada tahun 1809-1813.

Dimana kebanggaan sebagai Dzuriyat Keturunan Banten, kok malah mengakui, men’sahkan bhw kesultanan banten sudah dihapuskan oleh belanda ?

Belanda tidak berhak untuk menghapuskan Kesultanan Banten yang berdaulat penuh !

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *